- SELAMAT KEPADA KADER YANG TELAH MEMANTAPKAN NIATNYA DENGAN MENGIKUTI LK1 KEMAREN -

10.17.2009

Basic Training LK1 STAIN Kediri

IKUTILAH BASIC TRAINING
LATIHAN KADER LK1

STAIN KEDIRI


Kegiatan Basic Training (LK I) ini mengambil tema "Mempertegas Kesadaran dan Militansi Kader Muslim Akan Peran dan Tanggung Jawab Demi Terwujudnya Kualitas Insan Cita"

A. TUJUAN KEGIATAN

1. Tujuan Umum
" Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. "
2. Tujuan Khusus
Membangun Kader yang kritis dan inovatif dalam menganalisa perkembangan wacana kebangsaan dan keumatan
Membangun mentalitas Kader terhadap visi dan misi HMI dalam kerangka kehidupan umat dan bangsa
Membangun milit ansi Kader yang mempunyai integritas intelektual dan profesionanl
Sebagai salah satu forum dialog dalam pengembangan tradisi intelektualitas Kader

B. TARGET KEGIATAN

Peserta memiliki kesadaran intelektual yang kritis, dinamid, progesif dan inovatif dalam memperjuamngkan visi dan misi HMI
Peserta mampu menangkap serta memahami visi dan misi HMI sebagai bagian integral elemen perubahan
Peserta mampu melahirkan ide-ide kreatif, inovatif serta bertanggung jawab

C. WAKTU DAN TEMPAT

Kegiatan LK I ini dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : 22 – 25 Oktober 2009
Tempat : Gedung DPC PKB Kota Kediri
Waktu : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai

D. MATERI KEGIATAN

Materi kegiatan yang akan disampaikan dalam Basic Training LK I antara lain :
1. Ke-HMI-an
2. Kepemimpinan dan Menegemen Organisasi (KMO)
3. Nilai Dasar Perjuangan (NDP)
4. Pengantar Filsafat Ilmu
5. Ideopol Stratak
6. Konstitusi
7. Materi KOHATI
8. Diskusi dan Teknik Persidangan

E. METODE TRAINING

Kegiatan Basic Training LK I menggunakan metode :
Ceramah : metode ini menghadirkan pembicara yang berkompeten dalam bidangnya
Diskusi : peserta mendiskusikan hasil ceramah
Mentoring : pendalaman terhadap materi yang di pandu oleh SC
Testing : dilakukan dalam bentuk Pree Test dan Post Test

F. EVALUASI

Untuk mengetahui kemampuan peserta LK I dalam mencapai tujuan dan target kegiatan, akan dilakukan evaluasi untuk menentukan kelulusan peserta dengan memperhatikan aspek penilaian sebagai berikut:
1. Kesiapan psikologi peserta LK I
2. Kemampuan intelektualitas peserta Basic Training
3. Kesungguhan dalam mengikuti Basic Training
4. Peran/ keaktifan peserta di dalam forum
5. Penyelesaian dalam penugasan
6. Disiplin (presensi dan ketepatan waktu)

CP :Farid :0856 3639 765 Dany :085735707539





9.08.2009

Bulan Ramadhan

SUCIKAN DIRI MENYAMBUT BULAN NAN SUCI

SEGENAP PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
KOMISARIAT TARBIYAH STAIN KEDIRI

MENGUCAPKAN:
'' SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1430 H ''

9.02.2009

Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, penuh berkah dari semua sisi kebaikan. Oleh karena itu, umat Islam harus mengambil keberkahan Ramadhan dari semua aktifitas positif dan dapat memajukan Islam dan umat Islam. Termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat. Namun demikian semua aktifitas yang positif itu tidak sampai mengganggu kekhusu’an ibadah ramadhan terutama di 10 terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan bulan puasa sebagai bulan penuh amaliyah dan aktivitas positif. Selain yang telah tergambar seperti tersebut di muka, beliau juga aktif melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan. Rasulullah saw. menikahkan putrinya (Fathimah) dengan Ali RA, menikahi Hafsah dan Zainab.

Persiapan Mental
Persiapan mental untuk puasa dan ibadah terkait lainnya sangat penting. Apalagi pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena tarikan keluarga yang ingin belanja mempersiapkan hari raya, pulang kampung dll, sangat mempengaruhi umat Islam dalam menunaikan kekhusu’an ibadah Ramadhan. Dan kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim dilihat dari akhirnya. Jika akhir Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqarrub yang lainnya, maka insya Allah dia termasuk yang sukses dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.

Persiapan ruhiyah (spiritual)
Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dll. Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:” Saya tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim).

Persiapan fikriyah
Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.

Persiapan Fisik dan Materi
Seorang muslim tidak akan mampu atau berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :
• Menyikat gigi dengan siwak (HR. Bukhori dan Abu Daud).
• Berobat seperti dengan berbekam (Al-Hijamah) seperti yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.
• Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Abdullah ibnu Mas’ud ra, agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut. (HR. Al-Haitsami).

Sarana penunjang yang lain yang harus disiapkan adalah materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya seorang muslim telah menabung selama 11 bulan sebagai bekal ibadah Ramadhan. Sehingga ketika datang Ramadhan, dia dapat beribadah secara khusu’ dan tidak berlebihan atau ngoyo dalam mencari harta atau kegiatan lain yang mengganggu kekhusu’an ibadah Ramadhan.

Merencanakan Peningkatan Prestasi Ibadah (Syahrul Ibadah)
Ibadah Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat. Tahun depan harus lebih baik dari tahun ini, dan tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Ibadah Ramadhan yang kita lakukan harus dapat merubah dan memberikan output yang positif. Perubahan pribadi, perubahan keluarga, perubahan masyarakat dan perubahan sebuah bangsa. Allah SWT berfirman : « Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri » (QS AR- Ra’du 11). Diantara bentuk-bentuk peningkatan amal Ibadah seorang muslim di bulan Ramadhan, misalnya; peningkatan, ibadah puasa, peningkatan dalam tilawah Al-Qur’an, hafalan, pemahaman dan pengamalan. Peningkatan dalam aktifitas sosial, seperti: infak, memberi makan kepada tetangga dan fakir-miskin, santunan terhadap anak yatim, beasiswa terhadap siswa yang membutuhkan dan meringankan beban umat Islam. Juga merencanakan untuk mengurangi pola hidup konsumtif dan memantapkan tekad untuk tidak membelanjakan hartanya, kecuali kepada pedagang dan produksi negeri kaum muslimin, kecuali dalam keadaan yang sulit (haraj).

Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat)
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana syetan dibelenggu, hawa nafsu dikendalikan dengan puasa, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Sehingga bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat kondusif untuk bertaubat dan memulai hidup baru dengan langkah baru yang lebih Islami. Taubat berarti meninggalkan kemaksiatan, dosa dan kesalahan serta kembali kepada kebenaran. Atau kembalinya hamba kepada Allah SWT, meninggalkan jalan orang yang dimurkai dan jalan orang yang sesat.

Taubat bukan hanya terkait dengan meninggalkan kemaksiatan, tetapi juga terkait dengan pelaksanaan perintah Allah. Orang yang bertaubat masuk kelompok yang beruntung. Allah SWT. berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS An-Nuur 31).

Oleh karena itu, di bulan bulan Ramadhan orang-orang beriman harus memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka. Taubah dan istighfar menjadi syarat utama untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan karunia Allah SWT. “Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS Hud 52)

Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah, Da’wah
Bulan Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’i dan ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah. Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan, sehingga kebaikan itulah yang dominan atas keburukan. Dan dominasi kebaikan bukan hanya dibulan Ramadhan, tetapi juga diluar Ramadhan.

Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Muhasabah (Bulan Evaluasi)
Dan terakhir, semua ibadah Ramadhan yang telah dilakukan tidak boleh lepas dari muhasabah atau evaluasi. Muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah kita perbuat dengan senantiasa menajamkan mata hati (bashirah), sehingga kita tidak menjadi orang/kelompok yang selalu mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain tanpa mau bergeser dari perbuatan kita sendiri yang mungkin jelas kesalahannya. Semoga Allah SWT senantiasa menerima shiyam kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera. Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah.
sumber

6.20.2009

BIMBINGAN TEST MASUK STAIN KEDIRI

PANITIA BERSAMA BIMBINGAN TEST (BIMTEST)
UJIAN MASUK STAIN KEDIRI 2009
HIMPUN MAHASISWA ISLAM (HMI)
KOMISARIAT TARBIYAH DAN JALALUDDIN AL-RUMY STAIN KEDIRI
Sekretariat : Jl.Super Semar No.44 Ngronggo, Kediri
______________________________________________________________

Selamat dan sukses kami ucapkan kepada teman2 yang telah lulus dari MA/ SMA dan sederajat, dan Selamat Datang pada “pintu gerbang” Perguruan Tinggi. Kini anda adalah calon2 mahasiswa baru dengan berjuta cita2 dan harapan serta motivasi, kami yakin itu merupakan suatu modal besar untuk melangkah ke dunia yang penuh idealitas dan intelektualitas yang didasari semangat dan komitmen untuk meraih prestasi dan menegakkan cita2 Islam.
STAIN Kediri merupakan satu2nya Perguruan tinggi negeri di Kediri yang telah menjadi pilihan terbaik anda untuk mewujudkan tujuan mulia anda. LANTAS…Bagaimana agar tujuan mulia dan pilihan terbaik anda bisa terwujud dengan mudah ??? Maka, Demi terjalinya Ukhuwah Islamiyah. Kami, HMI merasa tergugah untuk berusaha membantu anda dalam mewujudkan impian anda itu.
Dengan mengikuti Bimbingan Test (BIMTEST) HMI serta niat yang sungguh2 Insya Allah semua akan berjalan dengan lancar dan sukses. Amin…!

- PENDAFTARAN -
Tempat :
• Stand Panitia di Musholla kampus STAIN Kediri
• Sekretariat HMI Komisariat Tarbiyah Jl.Super Semar No. 44 Ngronggo, Kediri
• HMI Komisariat Jalaluddin Al-Rumy Jl. Karang Anyar 107 Ngronggo
Waktu : 08.00-13.00 WIB.
- PELAKSANAAN BIMTEST -
• Hari/Tanggal :Ahad-Senin, 2-3 Agustus 2009
• Tempat : Graha Rejomulyo Kediri
• ( Balai Desa Rejomulyo, Ngronggo, Kediri )

- FASILITAS -
• Draft Materi (Kisi-Kisi Soal Ujian Masuk STAIN Kediri)
• Sticker
• Block Note
• Konsumsi dan snack
• Penginapan gratis selama test
• Bimbingan dan Arahan selama test
• Out bond Plus
- SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN -
• Mengisi Formulir Pendaftaran
• Menyerahkan pas foto 3x4 (2 lmbr)
• Membayar kontribusi Rp 25.000
- CONTACT PERSON -
• 0838 5111 6221 (Ayatullah Hanifuddin / Syari’ah)
• 0856 4897 4896 (Alvain Hidayatullah / Tarbiyah)
• 0856 3639 765 (Miftah Farid / Ushuluddin)

6.18.2009

Capres dan Capwapres RI

"Kami calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia peserta pemilu tahun 2009, dengan semangat persatuan dan persaudaraan menyatakan siap menciptakan pemilu yang aman, tertib, dan damai, demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan bangsa, serta terpeliharanya keutuhan."









5.14.2009

RENUNGAN ANAK BANGSA “PERISTIWA 21 MEI”

oleh:RiNk

Tentunya masih begitu segar ingatan yang ada di memori kita bahwa hari ini terjadi peristiwa besar bagi pergerakan mahasiswa. Dengan begitu menggeloranya kawan-kawan mahasiswa menunjukan suara ketidak adilan atas kekuasaan suharto yang dinilai tidak memihak rakyat. Pekikan “perubahan” terus bergejolak di seluruh pelosok tanah air yang tidak lagi menghendaki penindasan. Kemauan serta keinginan keras merupakan watak PEMUDA INDONESIA yang terus berada di garis depan sebuah perubahan. Sejarah telah membuktikan bahwa setiap peristiwa besar di INDONESIA tercinta adalah hasil dari cucuran darah para PEMUDA..
Mereka rela di jadikan tumbal dari setiap penindasan serta pengungkungan atas hak-hak rakyat demi tercapai sebuah KEMERDEKAAN. Banyak sekali tokoh besar bangsa INDONESIA yang patut di beri penghargaan luar biasa seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, Sultan sahrir, Amir syarifudin fajar, Tan malaka serta tokoh besar lainya. Betapa tidak siapa sekarang yang berani membuat sebuah REVOLUSI dari suatu perubahan yang di lakukan di seluruh nusantara..\Siapa sekarang yang berani dan mampu menyatukan seluruh rakyat yang tersebar di seluruh kepulauan nusantara...\ siapa yang sekarang yang begitu beraninya mendirikan suatu BLOK sendiri ketika di seluruh bangsa di dunia ini masih terdapat dua kekuatan besar yang saling bertentangan mencari pengaruh nya antara blok barat (AMERIKA) serta blok timur (Uni soviet). Ternyata dari rentetan sejarah, dapat di katakan INDONESIA kita merupakan bangsa yang sangat besar.
Namun ketika melihat INDONESIA hari ini kita merasakan begitu perihnya sayatan-sayatan air mata dari rakyat kecil yang tertindas. Apakah kita hanya bisa diam, kami yakin TIDAK kawan..!
Sehingga ketika zaman ORDE BARU dengan proyek developmentalis nya yang ternyata lebih mengutamakan kaum KAPITALIS ketimbang rakyat bangsa INDONESIA sendiri. Yang kemudian inilah yang menjadi penyebab semakin banyak nya kaum mustadaffin yang ada di tanah air tercinta sebagai korban kebijakan rezim ORBA. Belum lagi ditambah merebaknya watak-watak bejat para kaum birokrasi yang berani memakan hak rakyat. Sehingga hal ini menjadi perhatian bagi kawan-kawan mahasiswa yang memuncak pada tanggal 21 Mei 1998 sebagai wujud pemberontakan terhadap segala bentuk penindasan serta kebohongan rezim ORBA terhadap rakyat pada waktu itu.
Ternyata upaya kawan-kawan yang berdarah-darah untuk memperjuangkan perubahan dengan jalan REFORMASI tidak sampai menuahkan harapan RAKYAT,..karena memang apa yang di butuhkan bangsa ini tidak lah hanya sekedar membentuk kembali sistem birokrasi an sich...yang masih menyisakan antek-antek ORBA. Sehingga masih saja rakyat yang menjadi korban penindasan dari ketidakperpihakan pemerintah, sehingga sering kali terdengar peristiwa yang menunjukan ketidakperpihkanya pada RAKYAT seperti penggusuran kaum miskin kota, pengusiran terhadap anak jalanan, pendidikan mahal serta semakin banyak anak INDONESIA yang meninggal akibat kurang gizi. Wahai PEMUDA diseluruh pelosok tanah air!!! Ketahuilah pada hari ini kita di hadapkan pada satu pilihan, yaitu “PERUBAHAN”

“DIAM TERTINDAS ATAU BALIK MELAWAN”